Kulit Kering di Musim Hujan? Begini Cara Merawatnya!
Musim hujan itu vibes-nya memang enak. Udara lebih adem, suasana lebih tenang, dan alasan rebahan jadi makin kuat. Tapi ada satu hal yang sering bikin mood turun: kulit tiba-tiba terasa lebih kering dari biasanya.
Aneh, ya? Udara lagi lembap, tapi kulit malah terasa ketarik, kasar, bahkan sedikit gatal. Banyak orang yang baru sadar mengalami kulit kering saat musim hujan ketika body lotion yang biasanya cukup, sekarang terasa seperti nggak mempan.
Kalau kamu mulai merasa ada yang berbeda dengan kondisi kulit akhir-akhir ini, mungkin ini saatnya kita ngobrol soal apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana cara merawatnya dengan lebih tepat. Lanjut baca, ya!
Kenapa Kulit Bisa Lebih Kering Saat Musim Hujan?

Tangan seseorang dengan kondisi kulit kering
Banyak orang mengira udara lembap otomatis bikin kulit ikut lembap. Faktanya, nggak sesederhana itu. Ini beberapa alasan kenapa kulit kering saat musim hujan justru sering terjadi:
-
Perubahan suhu yang drastis: Saat hujan, suhu udara cenderung turun. Tubuh merespons dengan mengurangi produksi minyak alami (sebum). Padahal, sebum ini penting untuk menjaga kelembapan kulit.
-
Udara lembap ≠ kulit terhidrasi: Kelembapan di udara tidak otomatis “masuk” ke kulit. Tanpa perlindungan yang cukup, air di dalam kulit tetap bisa menguap melalui proses transepidermal water loss (TEWL).
-
Skin barrier melemah: Lapisan pelindung kulit atau skin barrier bisa terganggu akibat perubahan cuaca. Kalau barrier terganggu, kulit lebih mudah kehilangan air dan terasa kering.
-
Kebiasaan mandi air hangat terlalu lama: Cuaca dingin bikin kita cenderung mandi lebih lama dengan air hangat. Padahal, ini bisa meluruhkan minyak alami kulit dan memperparah rasa kering.
-
Jarang reapply body lotion: Banyak orang merasa karena cuaca tidak panas, kulit jadi aman-aman saja. Akhirnya, pemakaian body lotion jadi lebih jarang, padahal justru di musim hujan kulit butuh perlindungan ekstra.
-
Paparan AC atau kipas di dalam ruangan: Kombinasi udara dingin di luar dan pendingin ruangan di dalam bisa membuat kulit makin cepat kehilangan kelembapan.
Tanda dan Ciri Kulit Kering Saat Musim Hujan

Tangan seseorang dengan kondisi gatal
Kadang kita baru sadar ada yang berubah ketika kulit sudah terasa nggak nyaman. Padahal, kulit kering saat musim hujan biasanya sudah memberi sinyal sejak awal. Berikut beberapa tanda yang sering muncul:
-
Kulit terasa ketarik setelah mandi: Terutama di area lengan dan kaki. Rasanya seperti butuh sesuatu untuk “mengembalikan” kelembapan.
-
Muncul sisik halus atau tampak kusam: Kalau diperhatikan lebih dekat, permukaan kulit terlihat sedikit pecah-pecah atau bertekstur.
-
Gatal ringan tanpa ruam yang jelas: Bukan alergi, bukan juga digigit serangga. Hanya rasa gatal halus yang muncul terutama saat udara dingin.
-
Area tertentu terasa lebih kasar dari biasanya: Siku, lutut, tumit, bahkan tulang kering sering jadi “korban utama”.
-
Body lotion terasa cepat hilang: Baru beberapa jam pakai, kulit sudah kembali terasa kering. Ini bisa jadi tanda skin barrier sedang tidak optimal.
-
Makeup tubuh atau sunscreen jadi patchy: Kalau kamu rutin pakai sunscreen di badan, teksturnya bisa terlihat nggak rata di kulit yang terlalu kering.
Baca juga tentang Kulit Sering Kering dan Kusam? Begini Cara Menjaga Hidrasi Kulit Setiap Hari
Cara Merawat Kulit Kering Saat Musim Hujan yang Tepat

Tangan seseorang dengan kondisi kering dan gatal kemerahan
Kalau kamu merasa kulit kering saat musim hujan makin sering terjadi, artinya ada yang perlu disesuaikan dari rutinitas harianmu. Bukan overhaul total, tapi fine-tuning kecil yang efeknya besar:
1. Pilih Sabun yang Lebih Gentle
Sabun adalah produk pertama yang bersentuhan dengan kulit setiap hari. Kalau formulanya terlalu keras, kelembapan alami kulit bisa ikut terangkat.
Di musim hujan, produksi minyak alami cenderung menurun. Jadi ketika kamu menggunakan sabun dengan kandungan surfaktan tinggi, efek keringnya bisa jadi dua kali lipat. Kalau setelah mandi kulit terasa seperti “ketarik” bahkan sebelum dikeringkan, kemungkinan besar sabunmu terlalu stripping.
Ciri sabun yang lebih ramah untuk kondisi ini:
-
Tidak membuat kulit terasa kesat berlebihan setelah dibilas
-
Mengandung bahan pelembap tambahan seperti glycerin
-
Berlabel moisturizing atau hydrating
2. Jangan Terlalu Lama Mandi Air Hangat
Cuaca dingin memang bikin kita ingin mandi lebih lama. Air hangat terasa menenangkan dan bikin badan rileks. Tapi ada efek sampingnya.
Air yang terlalu panas bisa:
-
Mengikis lipid alami kulit
-
Melemahkan skin barrier
-
Mempercepat proses penguapan air dari kulit
Bayangkan lapisan pelindung kulit seperti mantel tipis. Kalau mantel ini terus-menerus “dicuci” dengan suhu tinggi, lama-lama jadi rapuh.
Solusinya sederhana:
-
Gunakan air hangat suam-suam kuku
-
Batasi mandi maksimal 10 menit
-
Hindari berendam terlalu lama
Perubahan kecil ini bisa membantu menjaga keseimbangan kelembapan kulit.
3. Gunakan Body Lotion Saat Kulit Masih Sedikit Lembap
Timing itu penting.
Setelah mandi, kulit berada dalam kondisi paling siap menerima hidrasi. Saat masih sedikit lembap, pori-pori belum sepenuhnya tertutup dan air masih ada di permukaan kulit. Kalau kamu menunggu terlalu lama sampai kulit benar-benar kering, efek lembapnya biasanya nggak akan bertahan lama.
Mengaplikasikan body lotion di momen ini membantu:
-
Mengunci kelembapan
-
Mengurangi transepidermal water loss (TEWL)
-
Membuat tekstur kulit terasa lebih halus lebih lama
4. Perhatikan Kandungan dalam Body Lotion
Ini bagian yang sering diabaikan. Banyak orang fokus pada aroma atau tekstur, padahal kandungan jauh lebih menentukan hasil.
Untuk mengatasi kulit kering saat musim hujan, idealnya body lotion mengandung kombinasi berikut:
-
Humektan seperti hyaluronic acid atau glycerin: menarik air ke dalam kulit
-
Emolien seperti shea butter atau minyak alami: menghaluskan dan mengisi celah di permukaan kulit
-
Ceramide untuk memperkuat dan memperbaiki skin barrier
Bayangkan kulit seperti dinding rumah:
-
Humektan = membawa air ke dalam rumah
-
Emolien = merapikan retakan kecil
-
Ceramide = memperkuat struktur temboknya
Kalau salah satu hilang, hasilnya jadi kurang optimal.
Baca lebih lanjut: Kandungan Bahan Aktif dalam Body Lotion dan Manfaatnya untuk Kulit Sehat
5. Reapply Jika Perlu, Terutama di Area Rawan Kering
Musim hujan bukan berarti sekali pakai body lotion sudah cukup untuk seharian.
Beberapa area tubuh memang lebih cepat kehilangan kelembapan, seperti siku, lutut, tumit, tulang kering. Area ini cenderung memiliki kelenjar minyak lebih sedikit. Jadi wajar kalau lebih cepat terasa kasar.
Reapply tipis-tipis di area tersebut bisa membantu menjaga tekstur tetap halus dan nyaman. Nggak perlu berlebihan, yang penting konsisten.
Memilih Body Care yang Tepat untuk Musim Hujan
Saat musim hujan, kulit butuh kombinasi hidrasi, perlindungan, dan kenyamanan. Jadi, perhatikan kandungan dan formulanya secara spesifik:
1. Pilih Kandungan yang Meningkatkan dan Menjaga Kelembapan
Kulit kering saat musim hujan butuh bahan yang benar-benar bekerja mempertahankan kadar air.
Beberapa kandungan yang relevan:
-
Hydroxyethyl Urea: membantu meningkatkan kelembapan kulit dan menjaga hidrasi lebih lama
-
Sunflower Oil (minyak bunga matahari): membantu mengunci kelembapan sekaligus mengondisikan kulit agar tetap halus
Kombinasi humektan dan emolien seperti ini penting supaya kulit tidak hanya terasa lembap sesaat, tetapi juga tetap nyaman sepanjang hari.
2. Pastikan Ada Perlindungan dari Sinar UVA & UVB
Meskipun cuaca mendung, sinar UVA tetap bisa menembus awan dan memengaruhi kondisi kulit. Karena itu, body lotion yang ideal sebaiknya mengandung bahan pelindung UV seperti:
-
Ethylhexyl Methoxycinnamate
-
Butyloctyl Salicylate
-
Titanium Dioxide
-
Triethoxycaprylylsilane
Kandungan ini membantu memberikan perlindungan dari paparan UVA & UVB, sehingga kulit tetap terjaga meskipun matahari tidak terlihat terang.
3. Pilih Formula yang Menenangkan Kulit
Di musim hujan, kulit bisa terasa lebih sensitif. Formula yang menenangkan menjadi nilai tambah.
Kandungan seperti Aktiv Aromatic Jasmine Flower Extract tidak hanya memberikan aroma floral yang lembut, tetapi juga membantu menciptakan sensasi tenang dan nyaman setelah pemakaian.
Apalagi jika aromanya terinspirasi dari karakter parfum yang hangat dan cerah, pengalaman memakai body lotion jadi terasa lebih menyenangkan, bukan sekadar rutinitas.

Body lotion dari Body of Humans
Kabar baiknya, semua kombinasi di atas sudah diformulasikan dalam Body of Humans Body Lotion. Artinya, kamu mendapatkan hidrasi, penguncian kelembapan, dan proteksi harian dalam satu produk.
Ditambah aroma jasmine yang terinspirasi dari HMNS Essence of The Sun, pengalaman pakainya terasa lebih nyaman dan menenangkan. Praktis, tanpa perlu layering berlebihan.
Merawat Kulit Itu Bukan Cuma Soal Cantik, Tapi Soal Nyaman
Kulit yang lembap itu terasa beda. Nggak ketarik, nggak gatal, dan lebih nyaman sepanjang hari.
Di musim hujan, kuncinya sederhana: konsisten pakai body lotion yang tepat dan benar-benar menjaga hidrasi kulit. Produk dengan kandungan yang mendukung kelembapan sekaligus nyaman dipakai, seperti Body of Humans Body Lotion, bisa jadi pilihan untuk rutinitas harianmu.
Karena pada akhirnya, kulit yang sehat datang dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.
FAQ Seputar Kulit Kering Saat Musim Hujan
1. Apakah kulit kering di musim hujan wajar?
Ya, cukup wajar. Perubahan suhu, kebiasaan mandi air hangat, dan kondisi skin barrier yang melemah bisa memicu kulit terasa lebih kering. Selama tidak ada iritasi berat atau ruam ekstrem, kondisi ini biasanya bisa diatasi dengan perawatan yang tepat dan konsisten.
2. Berapa kali sehari perlu menggunakan body lotion?
Minimal satu kali setelah mandi. Kalau kulit terasa sangat kering, kamu bisa reapply 1–2 kali lagi, terutama di area seperti siku, lutut, dan tumit.
3. Apakah body lotion saja sudah cukup?
Untuk kulit kering ringan hingga sedang, body lotion yang tepat biasanya sudah cukup membantu. Tapi kalau kulit tetap sangat kering, pecah-pecah, atau terasa perih, ada baiknya konsultasi ke tenaga profesional agar mendapatkan perawatan yang lebih sesuai.